image

Title
She’s My Step Sister!

Author
YeolliPolyGirl (Yoo Jangmi)

Genre
Teen-romance; Drama; Family; Comedy

Length
Chaptered

Rating
PG14

Main Cast
Baekhyun (EXO-K); Eunji (A-Pink); Daehyun (B.A.P) (as Byun Daehyun); Krystal (f(x))
Other Cast
EXO’s members; B.A.P’s members; more to come~

Disclaimer
This FF purely MINE. No plagiarism and silent readers please. Cast not mine, i just borrow their name. Pics not mine, i just edit them :3

Note
hellaw~ it’s YeolliPolyGirl~ new author here /.\ ini FF pertama yang aku post disini kkk semoga suka~ happy reading…:3
______________________________________________________

Chapter 1
“New Life”

“Namaku Jung Eunji. Aku siswi SMU dan tinggal sebatang kara di Busan. Baiklah, bukan sebatang kara, lebih tepatnya setahun yang lalu appa-ku meninggal, lalu eomma-ku pergi ke Seoul untuk bekerja. Jadi? aku sendirian. Eomma selalu mengirim uang, tapi aku ingin ia pulang, aku merindukannya. Dan pagi ini ia menelponku, sore ini ia pulang ke Busan. Aku menunggu kedatangannya, dan ternyata…”

Eunji berdiri di depan rumahnya sambil mondar-mandir antara gelisah dan tidak sabar menunggu ibunya datang. Sesekali ia menatap halaman depan rumahnya, berharap ibunya berdiri di sana.

Beberapa menit kemudian sebuah mobil berwarna silver berhenti di depan pagar rumah Eunji. Eunji memandangi mobil itu dengan heran. “siapa yang datang?” gumamnya bingung. Dari mobil itu, turun seorang wanita yang sangat Eunji kenal. Itu ibunya.
Mulut gadis itu membentuk huruf O karena kaget melihat ibunya datang dengan mobil, ditambah lagi bersama seorang pria.

“Eomma…” panggil Eunji sambil menunjuk mobil itu dan menatap ibunya dengan tatapan penuh kebingungan. “Eunji-ya, ayo ikut eomma ke Seoul sekarang” kata Wanita itu. Eunji semakin bingung dan terkejut. “tapi…eomma jelaskan padaku ini sebenarnya ada apa?” tanya Eunji.

“Eunji-ya, sekitar sebulan yang lalu aku menikah dengan seorang pria di Seoul. Ia ingin kau ikut tinggal bersama kami di rumahnya, jadi ayo kita berangkat” Ibunya menjelaskan pada Eunji yang hanya bisa manggut-manggut masih kaget dan bingung.

Eunji lalu masuk ke rumahnya dan membereskan pakaian serta barang-barangnya. Setelah sekitar 30 menit, ia keluar membawa dua koper besar. Kedua koper itu dimasukkan ke bagasi mobil, dan ia sendiri masuk ke mobil.

Di kursi depan, seorang pria duduk dibalik setir, dan ibunya duduk di sebelah pria itu. “Eunji, ini Byun Jiho….ayah…ehm..barumu” ujar Ibunya pada Eunji. Pria itu tersenyum ramah pada Eunji, Eunji membalas senyuman itu dan menyapanya dengan sopan. “Nah sekarang ayo kita berangkat” kata Tuan Byun…
.

.

.

.

.

.

Sementara itu di Seoul…

Byun Baekhyun berbaring di atas ranjangnya sambil main game. Ini hari minggu, dan mungkin seharian hanya itu yang akan ia lakukan. “hyung, sebenarnya appa pergi kemana?” tanya Daehyun, adiknya, yang duduk di meja belajar milik Baekhyun sambil baca buku.

“ke Busan, ia bilang akan bawa kejutan” jawab Baekhyun tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. “kejutan apa? memangnya di Busan ada apa” kata Daehyun sambil membalik halaman buku. “entahlah, appa kadang aneh. Dan istri barunya itu…” Kata Baekhyun, namun ia tidak melanjutkan kata-katanya. Wanita itu sangat baik, tapi ia tetap merasa tidak enak seseorang menggantikan posisi ibunya. Daehyun tahu apa yang akan Baekhyun katakan, jadi ia hanya mengangguk dan fokus ke bukunya.

Baekhyun dan Daehyun, adalah kakak beradik dengan sifat yang jauh berbeda. Baekhyun selalu bersikap menyebalkan, sombong, dan sulit menerima perubahan. Tapi ia sebenarnya memiliki hati yang baik, hanya saja ia tidak mau menunjukkan kebaikannya itu terang-terangan (?). Sedangkan Daehyun, selalu bersikap cool, ia pendiam, dan tipe yang gadis-gadis bilang charming. Meskipun sangat berbeda, mereka tetap akur, jarang sekali bertengkar.

“hyung, aku rasa appa pulang, aku mendengar bunyi klakson” kata Daehyun pelan. Baekhyun berhenti main game, lalu mengintip melalui jendela kamarnya. Ia melihat mobil ayahnya di depan pagar rumah. “kau benar” kata Baekhyun.

“ayo ke bawah” kata Daehyun sambil menutup bukunya dan berdiri dari kursi. “tidak usah. diam saja disini” kata Baekhyun sambil mulai main game lagi. Daehyun merebut ponsel Baekhyun dan memaksanya ikut turun.

Ketika mereka sampai di lantai bawah, sudah ada Tuan Byun, Ibu tiri mereka, dan seorang gadis seusia Daehyun.

“kalian berdua, kenalkan ini Jung Eunji. Ia saudara tiri kalian, ia juga akan tinggal disini” kata Tuan Byun sambil tersenyum. Eunji tersenyum dan dengan canggung menyapa dua laki-laki yang sedang memasang ekspresi shock itu. “annyeong, Eunji-imnida” katanya.

Daehyun membalas senyumannya dengan seulas senyum kecil tapi Eunji bisa merasakan keramahan dari Daehyun. “annyeong, Daehyun-imnida. Senang bertemu denganmu” kata Daehyun lalu menyikut kakaknya yang diam saja menatap Eunji dengan dingin. “hyung, balas sapaannya” bisik Daehyun. Baekhyun tidak merespon, ia terlihat kesal. Ia langsung naik ke lantai atas lagi tanpa bicara pada tuan Byun atau pun ibu tirinya dan Eunji. “dia hyung-ku, namanya Byun Baekhyun, dia memang agak menyebalkan” kata Daehyun pada Eunji, Eunji hanya mengangguk-angguk.

Daehyun lalu mengajak Eunji ke lantai atas, ia akan mengantar Eunji ke kamar yang akan ditempati gadis itu. Sambil berjalan, Daehyun menjelaskan tentang seisi rumah pada Eunji.

“di lantai bawah ada kamar Appa dan…hmm..eomma. Ada ruang makan, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan lainnya. Di atas ada kamarku dan kamar Baek hyung, dan tentunya kamarmu. Kau perlu tahu, Baekhyun hyung tidak suka orang lain mengganggu privasinya seperti misalnya masuk ke kamarnya, menyentuh barangnya” Daehyun berhenti sejenak, ia dan Eunji sekarang berdiri di depan sebuah kamar berpintu putih yang sengaja di siapkan untuk Eunji. “kalau kau tahu maksudku. Jadi, ini kamarmu Eunji-ya. Selamat datang di keluarga Byun” lanjut Daehyun. “ne, arasseo. Terima kasih, kau sangat ramah” kata Eunji sambil tersenyum ceria.

Di seberang kamar Eunji, ada dua kamar bersebelahan. Yang satu kamar Daehyun, dan yang tepat di depan kamarnya, kamar Baekhyun.
Pintu kamar itu tiba-tiba terbuka, Baekhyun keluar dari kamar lalu menghampiri Eunji.

“Jung Eunji-ssi, dengar baik-baik. Itu wilayahku” kata Baekhyun sambil menunjuk kamarnya. “kau dilarang mendekati pintu kamarku se-senti pun. Dan ingat, jangan bicara padaku, aku tidak suka kehadiranmu di sini, jadi jangan sok ramah” Baekhyun melanjutkan. Eunji menganggukkan kepalanya perlahan. “arasseo. Kau tidak perlu bersikap menyebalkan seperti itu. Maksudku, kau memang menyebalkan” kata Eunji polos, lalu ia membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam. Sementara Baekhyun masih terdiam karena heran.

“dia baru saja mengataiku” ujar Baekhyun. “dia bilang hyung menyebalkan” kata Daehyun, “iya aku tahu itu-_-” kata Baekhyun, ia menghela napas dan kembali ke kamarnya.
Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan kehadiran Eunji di rumahnya. Di dalam keluarganya…

.

.

.

.

.

.

Besoknya…

Ini pagi pertama Eunji di rumah barunya. Ia bangun pagi-pagi sekali dan membantu ibunya menyiapkan sarapan seperti biasa. Selesai menyiapkan sarapan, ia disuruh membangunkan Baekhyun. Semua sudah bangun kecuali Baekhyun. Dan Eunji merasa ini adalah awal dari hari sialnya, bagaimana ia bisa membangunkan Baekhyun kalau mendekati pintu kamarnya saja tidak boleh?.

Eunji naik ke lantai atas, ia sekarang berdiri beberapa meter di depan pintu kamar Baekhyun. Ia hanya memandangi kamar itu sambil memikirkan cara untuk membangunkan Baekhyun.
“eotteohkhae eotteohkhae…aa aku bisa gila, kenapa harus hari ini?” gumam Eunji sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.

Ia meniup poninya, lalu berjalan berjingkat-jingkat mendekati pintu kamar Baekhyun. Ia memegang gagang pintu itu, hendak membukanya. Tapi sebelum ia berhasil membukanya, pintu itu terbuka dari dalam. Eunji terkejut setengah mati (?) dan jatuh terjengkang (?).

“gadis ini…apa yang kau lakukan?!” seru Baekhyun. Eunji menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. “a…aniyo, aku..aku..aaa molla hueee (?)” kata Eunji setengah merengek. Baekhyun memandangi Eunji dengan tatapan seperti melihat makhluk aneh, ia tidak peduli dan meninggalkan gadis itu dengan posisi terjengkang (?) di depan pintu kamarnya. Eunji tampak sangat konyol. “eoh?” Eunji menggumam sambil menurunkan kedua tangannya. Ia berdiri, merapikan rambutnya, lalu menendang pintu kamar Baekhyun. “aku lapar, harus sarapan huft” gumam Eunji, ia pun turun ke bawah untuk sarapan dengan yang lain.

“Ada sesuatu yang ingin kuberitahu” ujar Tuan Byun, di meja makan. Semua berhenti mengunyah dan menyimak Tuan Byun. “aku dan ibu kalian akan ke luar kota selama 2 minggu. Ini urusan pekerjaan” kata Tuan Byun.

Eunji langsung batuk-batuk tersedak sarapannya sendiri, Daehyun diam saja, sementara Baekhyun langsung berkomentar. “maksud appa, 2 minggu…hanya bertiga di rumah ini?!” katanya hampir seperti memekik (?). Tuan Byun hanya mengangguk.
Pikiran-pikiran buruk langsung menyerang kepala Eunji.

“oh tidak…ini buruk…aku hanya bertiga bersama Daehyun dan kakaknya yang menyebalkan, Baekhyun, selama 2 minggu. Ia akan menyiksaku…aaa eotteohkhae?!” …

—To Be Continued—

______________________________________________________

Omo /.\ aku harap ga gaje ya ;-; thanks yang udah baca~ RCL juseyoooo XD

-YeolliPolyGirl©-